Senin s.d Sabtu 08.00 - 21.00 WIB(0254) 792 4815prolabmedika.lab@gmail.com

Yuk Ketahui Cara mebedakan Penyakit Tipes dan Demam Berdarah

Ilustrasi* (sumber: Pixabay)PROLABMEDIKA – Demam adalah salah satu bentuk respon tubuh ketika terjadi infeksi, trauma berat, efek samping imunisasi, hingga masalah kekebalan.

Normalnya, setiap orang memiliki suhu tubuh 36,5 sampai 37,2 derajat Celcius. Demam terjadi ketika suhu tubuh sudah mencapai lebih dari 38 derajat Celcius. Kondisi ni merupakan salah satu gejala demam berdarah (DBD) maupun tipes.

DBD dan tipes memiliki gejala yang sama, yaitu demam tinggi. Karena, keduanya sama-sama penyakit infeksi, tetapi berbeda penyebabnya.

Demam berdarah dengue disebabkan oleh infeksi virus dengue, sementara tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Hal ini menyebabkan pola demam yang muncul juga berbeda. Agar tidak salah kaprah, kenali perbedaan demam tipes dan DBD di bawah ini, ya!

Dilansir dari klikdokter, berikut beberapa perbedaan gejala demam tipes dan DBD:

1. Kenaikan Suhu

Penderita demam berdarah dengue umumnya mengalami demam tinggi secara mendadak. Ketika diukur, suhu tubuh penderita DBD bisa mencapai 39 derajat Celcius. Demam tinggi akan dirasakan dua sampai tiga hari, kemudian suhu tubuh menurun pada hari keempat dan kelima.

Berbeda dengan penyakit tipes, demam bisa terjadi lebih dari tujuh hari dan semakin tinggi setiap harinya. Berbeda dengan demam dengue, demam tipes tidak terlalu tinggi pada tahap awal. Pola demam pada penyakit tipes seperti menaiki anak tangga.

2. Demam Dengue Ada Fase Kritis

Memasuki hari ke-4 infeksi dengue, penderita akan mengalami fase penurunan suhu tubuh. Ini adalah fase kritis, karena penderita rentan mengalami syok. Pasien tipes tidak mengalami fase kritis seperti DBD.

3. Gejala Penyerta yang Berbeda

Perbedaan demam tipes dan DBD juga bisa dilihat dari gejala penyertanya. Demam berdarah dengue disertai dengan keluhan badan lemas, nyeri otot dan tulang, serta muncul bintik-bintik atau ruam merah di seluruh tubuh

DBD juga menyebabkan nyeri ulu hati yang disertai dengan mual, muntah, mimisan, maupun gusi berdarah.

Selain itu, gejala penyerta dari tipes berupa gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah, susah BAB, diare, serta nyeri perut. (Red)

Related Posts

Leave a Reply

× Chat